Month: November 2015

LAB 4 : Network Time Protocol (NTP)

Assalamualaikum… pada malama ini saya akan membahas cara konfigurasi NTP di centos dengan client windwos 7 ultimate

Topologi :

Tabel Addressing :

Tujuan :

  • agar pembaca dapat mengetahui apa itu NTP
  • agar pembaca dapat mengetahui cara setting NTP di centos
  • agar pembaca dapat mengetahui cara NTP Server (CentOS 7) sinkron dengan NTP Client (Windows 7)

Konsep dasar :

Network Time Protocol (NTP) atau Protokol Waktu atau penunjuk waktu jaringan Jaringan merupakan sebuah fasilitas dalam dunia administrasi server yang memudahkan setiap komputer yang terhubung ke jaringan memiliki pengaturan pembaharuan waktu secara otomatis sesuai dengan waktu yang ditunjukan oleh server. Sehingga setiap waktu yang dimiliki oleh komputer-komputer klient akan sama dengan waktu yang telah ditetapkan oleh server.

Konfigurasi :

pertama, kita install dulu ntp nya. gunakan perintah :

yum install ntp -y

nah sampai ada kata ” Complete ! ” yaaa

buka dan edit file ntp nya. dengan cara :

nano /etc/ntp.conf

Beri tanda pagar,  pada script yang sudah saya kotakin merah

Lalu tambahkan script tersebut, di bagian paling bawah. perhatikan gambar dibawah ini

lalu tambahkan script seperti yang saya beri kotak merah. Lalu save and quit

setelah di save dan quit, sekarang kita add firewall rules

firewall-cmd –add-service=ntp –permanent

firewall-cmd –reload

selanjutnya kita mulaikan dan aktifkan serta cek status di ntpd tersebut

systemctl start ntpd

systemctl enable ntpd

systemctl status ntpd

oiyaa pas di systemctl ntpd jika ada failed gitu berarti ada yang typo pada saat penulisan script di file /etc/ntp.conf

Setelah NTP Daemon sudah di start, tunggu beberapa saat untuk server melakukan sinkronisasi waktu terhadap server pool list yang telah kita masukan pada nano /etc/ntp.conf 

kemudian masukan perintah :

ntpq -p

sudah di setting di server,sekarang kita pindah ke Client nya..

klik kanan pada jam yang berada di pojok bawah sebelah kanan.. lalu pilih “change date and time settings”

setelah itu klik “internet time”

selanjutnya klik ” change settings “

lalu masukan ip server ( centos ) nya kemudian klik “update now”

nah jika NTP sukses, maka akan muncul kalimat ” the clock was successfully “

Kesimpulan :

NTP sering digunakan untuk singkronisasi waktu dalam sebuah jaringan. NTP biasa digunakan pada lamanya komunikasi VoIP, lamanya pengguna melakukan koneksi Internet, game online, dan lain-lain.

LAB 5 : Konfigurasi DHCP di Centos

LAB 5 : Konfigurasi DHCP di Centos

Assalamualaikum semuanyaaaa 🙂 hari ini saya akan memposting tentang cara konfigurasi DHCP di centos 7. yuk mari disimak

Topologi :

Tabel Addressing :

Tujuan :

  1. agar pembaca dapat mengetahui cara konfigururasi DHCP di centos,
  2. agar pembaca dapat mengetahui cara capture data di GNS3
  3. agar pembaca dapat mengetahui arti dari macam macam DHCP
  4. agar pembaca dapat ***

Konsep dasar :

pada materi ini, konsep utamanya adalah setting dhcp di centos agar si windows dapat memakai ip secara otomatis.serta mengcapture data DHCP. DHCP itu membagikan IP secara otomatis, jadi si client tidak perlu setting secara manual.

Konfigurasi :

pertama, kita install dulu dhcp nya di centos, dengan perintah

yum install dhcp -y

nah sampai ada kata complite seperti ini yaaa :

setelah itu, buka file dhcp nya dengan perintah :

nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

maka akan muncul jendela seperti ini,

isi kan script tambahan yang di beri kotak merah di bawah ini yaa..

laluu kita jalan kan, dan aktifkan serta lihat status pada dhcp nya yaaa. berikan perintah :

systemctl start dhcpd

systemctl enable dhcpd

systemctl status dhcpd

oiyaaa.. pada saat systemctl status dhcpd kalau ada failed nya berarti ada kesalahan saat mengedit file dhcp nya.. untuk mengatasi masalah tersebut, silahkan di cek kembali file dhcpd nya

setelah server di konfigurasi, silahkan konfigurasi Client nya, pada client, sebelumnya sudah di pasangkan IP secara static, nah silahkan klik ” obtain an IP address automatically ”  dan ” obtain DNS server address automatically “

nah ip tersebut akan hilang seperti gambar dibawah ini, lalu klik “ok “

dan silahkan cek pada network connection Detailsnya.. jika DHCP berhasil, maka ip client telah mendapatkan ip secara otomatis dari servernyaa.. disini client mendapatkan ip 172.16.11.100

# capturing data #

okeh. sekarang kita masuk ke tahap capturing., buka aplikasi gns3 yang sedang dijalankan, klik kanan pada kabel antara server dengan switch, dan klik ” start capture “

lalu akan terbuka aplikasi wireshark yang fungsinya adalah capture data.. seperti gambar di bawah ini..

disini saya akan fokus kepada dhcp, maka isikan pada kolom filer dengan perintah :

bootp.option.type == 53

maka akan tertera jelas dhcp yang di capture, ada DHCP release, DHCP discover , DHCP Offer , DHCP request, DHCP ACK. berikut akan saya jelaskan arti dari DHCP tersebut :

  1. DHCP DISCOVER
    Klien DHCP mengirim “DHCP discover broadcast” pada jaringan untuk mencari server DHCP. Jika tidak ada respon, maka klien tersebut menetapkan IP addressnya sendiri.
  2. DHCP OFFER
    Server DHCP yang menerima sinyal dari DHCP discover message dan merespon dengan DHCP offer message (menyediakan IP address kepada klien).
  3. DHCP REQUEST
    Klien menerima tawaran pertama yang diterima oleh “broadcasting DHCP request message”.
  4. DHCP ACK
    Sebagai jawaban dari DHCPREQUEST client. Server menerima request dengan cara mengirim klien tersebut DHCP ACK message
  5. DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

#Membuat static DHCP agar client mendapatkan IP yang sama dan tidak berubah#

caranya gampang sekali, cukup tambahkan script seperti gambar dibawah ini kedalam file /etc/dhcp/dhcpd.conf

                                         nano etc/dhcp/dchpd.conf

kotak merah : nama PC si client.

kotak hijau : mac address si client

lalu kita mulai kan, dan aktifkan shcpd tersebut. kemudian di liat status nya jomblo apa engga. wkwk #bercanda . maksudnya diliat status nya ada yang failed apa engga. gitu

systemctl start dhcpd

systemctl enable dhcpd

systemctl status dhcpd

nah di server sudah di setting, sekarang test di client nya. seperti biasa, kita kasih IP asal ajaa.. setelah itu kita obtain kan

nah setelah di obtainkan, ip yang tadi kita isi akan hilang..

langkah terakhir, kita lihat status detailnya. jika benar, maka ip dhcp tersebut tak berubah

Kesimpulan :

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitekturclient/server yang dipakai untuk memudahkan pemnempatan alamat ip dalam satu jaringan .Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer /laptop  secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer / laptop yang tersambung di jaringan akan mendapatkan  alamat ip secara otomatis dari  server  DHCP.